Journey in the junggle
Semua makhluk mengerti bahwa pagi akan berganti bersama hilangnya embun pagi yang mengajak makhluk untuk berbenah diri. Tiada awan dilangit yang tetap selamanya, tiada mungkin akan menerus terang cuaca, sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Hari jumat, 5 april 2019 kelas A PGMI mengadakan perkemahan di bumi pekemahan lembah giri, wonosalam, jombang. Kami melaksanakan perkemahan ini selama 3 hari 2 malam bersama praga. Pada hari terkhir sebelum kami pulang, kami mengadakan penjelajahan ke hutan. Sebelum kami berangkat tak lupa kami sarapan bersama kemudian dilanjutkan dengan breafing terlebih dahulu bersama dosen kami. Baru setelah itu kami bisa memulai menjelajah, sebelum memasuki area penjelajahan tak lupa kami menyapa adek-adek dari praga yang asik bermain dan bergembira bersama teman-teman dan pembina di area permainan bumper.

Kami berjalan turun menelusuri pemukiman warga, tak banyak perumahan yang didirikan disana, kami berjalan mengikuti jalan berbatu dan menanjak. kami berjalan bersama-sama sambil bernyanyi dan bergembira menikmati keindahan alam yang membentang begitu indahnya , sesekali berfotoria mengabadikan keindahan alam dan momen yang belum pasti akan terulang kembali, pepohonan rindang yang menghiasi jalanan beraspal berbuah lebat, perkebunan membentang luas, ingin sekali saya memetik buahnya tapi tak tahu siapa gerangan pemiliknya, banyak bunga dan tanaman nan indah yang bermekaran, di tambah dengan suasana desa yang begitu tenang nan elok membuat kami enggan untuk beranjak pergi meninggalkan.
*Beberapa tanaman dan pepohonan yang kami temui diperjalanan
Tapi kami harus melanjutkan perjalanan, kami mulai mencoba untuk memasuki hutan, mencari rute untuk sampai ke bumper tetapi dengan jalur rute berbeda dari penjelajahan kemarin bersama para keluarga. Kami terus menelusuri jalan menanjak,berbatu, berkelok-kelok, dan jauh, gigitan nyamuk, serangga yang mengganggu,tidak hanya itu di tengah perjalanan kami mendengar suara gonggongan anjing yang keras dan menakutkan, sebagian dari kami sempat takut dan berniat kembali. Beberapa dari kami memastikan bahwa anjing tersebut aman dalam posisi terikat, kami pun meneruskan perjalanan. Banyak halangan dan rintangan yang membuat kami menyerah tetapi ditengah perjalanan kami bertemu dengan nenek tua yang berjalan dengan menenteng beberapa kayu, dengan keterbatasan fisik nenek tersebut terus berjalan, saya sangat termotifasi dengan semngat dan perjuangan nenek tersebut,dengan keadaan yang seperti itu beliau masih tetap semangat agar bisa memenuhi kebutuhan dan bertahan hidup. Di tengah perjalanan kami menemukan berbagai jenis tanaman, pepohonan dan juga hewan-hewan yang unik dan belum pernah kita temui.
Ditengah perjalanan kami juga sempat tersesat, kami membuat rute jalan sendiri agar kami bisa sampai di bumper, kami memasuki kebun-kebun hingga akhirnya kami menjumpai sebuah villa yang letaknya tidak jauh dari bumper, pertanda bumper sudah dekat,semangat kami bertambah. Dan terus berjalan mengikuti jalan dan akhirnya kami sampai di bumper tercinta, walaupun sebelumnya ditangah perjalanan beberapa anak memilih untuk kembali ke rute sebelumnya karena tetinggal jauh dengan kelompok yang pertama. Perjalanan kami begitu mengesankan, menyenangkan dan bermanfaat untuk kami, banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari perkemahan kali ini, kami juga berharap bisa mengikuti perkemahan ini lagi.
Sekian sedikit cerita penjelajahan saya dan teman-teman.
semoga menginspirasi dan terimakasih <3